Ngapain Baca Buku?

hobbies_2fFakta miris ditunjukkan oleh Indonesia yang masih berada di peringkat terbawah untuk budaya literasinya. Menurut penelitian UNESCO, dari 1000 penduduk Indonesia, hanya ada 1 orang yang  memiliki minat membaca. Mungkin kalau ada kejuaraan negara paling minim minat bacanya, Indonesia harus ikut serta karena bakal jadi juara. Lumayan dapat medali emas.

Walaupun sebenarnya membaca itu penting, namun seringkali dianggap remeh oleh sebagian masyarakat. Bahkan tak lebih penting dari memfoto makanan sebelum makan. Masih banyak yang beranggapan jika membaca buku itu hanya sekadar hobi saja, jadi gak perlu terlalu dipikiran. Yang penting bisa sekolah, lulus, mencari uang, menikah, memiliki keturunan, bisa kumpul bareng keluarga dan teman-teman, hidup bahagia, dan kemudian game over.

Ngapain baca buku? Buang-buang waktu saja. Toh gak baca buku pun bisa hidup. Indonesia kan gemah ripah loh jinawi. Tapi apa manusia hidup itu hanya sekadar hidup saja? Apa gak mau jadi manusia yang sukses dunia akhirat? Yang bermanfaat bagi manusia di sekitarnya. Yang mampu berperan dalam perkembangan negara, lalu menjadi berkah bagi dunia. Semuanya akan sulit tercapai jika menjadi manusia yang anti-membaca. Bukankah perintah pertama itu bukan soal ibadah, melainkan membaca yang seringkali dikaitkan dengan berilmu?

Tidak seperti menonton TV atau main gadget, budaya membaca masih sulit dibiasakan bagi masyarakat Indonesia. Jangankan membaca buku, membaca artikel di sosmed pun kadang enggan. Maka tak jarang muncul komentar sinis dan tak sesuai konteks bersliweran di lini masa. Yang lebih lucu lagi, membaca sinopsis dan rating film Deadpool pun masih juga ada yang malas. Tak heran banyak orang tua marah-marah karena kecewa telah mengajak anaknya nonton. Filmya dianggap terlalu sadis, tidak cocok untuk anak-anak, vulgar, dan lain sebagainya. Lalu siapa suruh ngajak anak nonton Deadpool? Hal itu bisa jadi contoh sederhana bagaimana budaya membaca sebenarnya penting.

Konon katanya masyarakat Indonesia itu kehilangan satu fase zaman. Kejayaan Islam pernah ditandai dengan banyaknya perpustakaan megah dengan jutaan buku di dalamnya. Negara-negara barat pernah booming sastra klasik dan muncul banyaknya penerbit. Masyarakatnya pun lebih sering membaca buku untuk memperoleh hiburan kala itu. Sedangkan Indonesia sepertinya luput dari fase tersebut. Televisi telah ditemukan dan terlanjur masuk ke Indonesia sebelum dunia cetak sempat mengakar di masyarakat. Televisi mengambil alih minat masyarakat dan menjadi primadona ketimbang membaca buku.

Berarti semua ini salahnya TV donk? Masuk Indonesia dan memotong fase ’masyarakat membaca’. Ditambah lagi saat ini mulai gencar gadget masuk Indonesia. Semakin jauh donk harapan kita untuk jadi masyarakat yang gemar membaca? Ya tidak seperti itu juga. Perlu diingat bahwa kita punya kendali atas apa yang ingin dikerjakan. Tinggal matikan TV atau gadget, ambil buku, duduk santai, kemudian baca. Mudah kan? Pastinya ini jauh lebih gampang daripada mengutuk perangkat elektronik lalu membakarnya.

Sebenarnya manfaat membaca buku itu banyak sekali. Satu hal yang perlu diingat baik-baik, membaca buku dapat menstimulasi otak karena harus memunculkan ide, gagasan, maupun kisah di dalam pikiran. Lain halnya dengan menonton TV. Meskipun mendapatkan ide dan wawasan, namun otak tidak terstimulasi optimal layaknya membaca, karena TV telah menyajikan tampilan visual di depan mata. Ibarat melihat tembok kosong, penonton hanya menyaksikan apa yang ada di hadapan, meskipun mendapatkan hiburan darinya. Sedangkan membaca membuat otak jadi berpikir. Proses berpikir ketika membaca buku memang melelahkan, namun hasilnya akan jauh lebih efektif bagi perkembangan otak. Bonusnya pembaca juga akan terhibur. Waktu yang dihabiskan untuk membaca buku pun akan lebih bermanfaat.

Bisa jadi minimnya minat baca adalah awal mula mengapa Indonesia akhirnya sering bermasalah dengan hal-hal remeh dan tidak penting namun ngotot untuk dibuat penting. Contohnya bagaimana masyarakat begitu senang nyinyir di sosial media, gampang tersulut provokasi, paling jago selfie di waktu dan tempat yang tidak sepantasnya, hingga lebih tertarik dengan berita negatif ketimbang positif. Biasanya negara dengan budaya literasi yang baik akan dapat membuat pertimbangan dengan logika yang baik pula, sehingga tak akan terlalu reaktif terhadap hal-hal remeh seperti itu. Berlaku juga sebaliknya.

Jika generasi orang tua kita dulu kurang begitu dekat dengan budaya membaca, alangkah baiknya jika budaya positif ini digalakkan bagi generasi muda. Pasangan muda yang saat ini telah memiliki buah hati bisa juga sejak dini mengenalkan budaya baca kepada anak-anaknya. Tentunya agar kelak mereka menjadi generasi yang gemar membaca.

Mungkin Indonesia akan menjadi negara yang hebat jika seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak sekolah, professional, pengusaha, PNS, tukang siomay, petani, ibu-ibu penjual sayur di pasar, artis sinetron, penggila sosmed, hingga muda-mudi penerus bangsa yang gemar nongkrong di café kopi seharga 45 ribuan gemar membaca buku. Cukuplah 1 hingga 4 buku per bulan dan setahun mampu mencapai 12 hingga 48 buku. Mustahilkah? Kalau pendaratan di bulan saja bukan hal yang mustahil, maka selalu terbuka peluang hal seperti itu dapat tewujud. Lalu kapan hal itu akan terwujud? Daripada susah mencari jawabannya, alangkah lebih baik pertanyaan kita ganti menjadi: sudah berapa buku yang kita baca bulan ini?

Image Source: Mozaic.co.id

12 Comments

  1. Liquid Zithromax cialis Levitra Vision Side Effects Cephalexin Parvo Dog Z Pak Online

  2. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  3. F*ckin’ tremendous issues here. I’m very glad to peer your post. Thank you a lot and i am looking ahead to touch you. Will you kindly drop me a mail?

  4. I was wondering if you ever thought of changing the structure of your website? Its very well written; I love what youve got to say. But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better. Youve got an awful lot of text for only having 1 or two images. Maybe you could space it out better?

  5. 642562 390063Ive read several excellent stuff here. Undoubtedly value bookmarking for revisiting. I surprise how considerably effort you put to create one of these exceptional informative website. 296799

  6. 914729 258628hi!,I like your writing so so much! 271426

  7. 201854 1984This sort of wanting to come to a difference in her or his lifestyle, initial generally Los angeles Excess weight weightloss scheme is really a large running in as it reached that strive. weight loss 8879

  8. 434958 636335Youre so cool! I dont suppose Ive learn something like this before. So very good to search out any person with some special thoughts on this topic. realy thanks for starting this up. this website is one thing thats wanted on the net, somebody with a bit originality. useful job for bringing one thing new to the internet! 702556

  9. 274067 1753Extremely intriguing subject , regards for putting up. 507373

  10. 296122 570751You designed some decent points there. I looked over the internet for any dilemma and found most individuals goes as nicely as together with your internet web site. 272419

  11. 955776 624525This internet website may possibly be a walk-through for all of the details you wanted in regards to this and didnt know who to question. Glimpse here, and youll undoubtedly discover it. 999053

  12. 350802 617362Outstanding post, I believe blog owners ought to larn a good deal from this weblog its actually user genial . 116419

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

 

Tiga Serangkai
Right Menu Icon