Apa yang Terjadi di Balik Rasa Makanan Favoritmu?

Adakah anak-anak yang tak suka es krim? Mungkin ada. Tapi, anak-anak yang berada di sekitar saya, semuanya suka es krim.

Oh, sebenarnya bukan cuma mereka. Es krim adalah kudapan favorit saya juga. Manis, dingin, lembut, dan meleleh di lidah dengan sensasi menyenangkan sampai ke hati. Begitulah saya menggambarkan rasanya.

Saya yakin semua orang punya gambaran yang hampir sama tentang es krim. Tapi, bagaimana saat ada yang tanya bagaimana cara membuat es krim? Saya akan jawab, bahwa es krim dibuat di dunia peri, bahan-bahannya hanya ada di dunia peri dan dioleh para peri es krim. Ah, tentu saja itu bercanda. Saya sedang berimajinasi tentang dunia dongeng kalau menjawab seperti itu.

Begitu juga dengan jenis makanan lainnya dalam seri ini. Nugget, bakso, tempe, sosis, roti, biskuit, agar-agar, dan jangan lupakan si manis penggoda yang satu ini … permen! Bisa dipastikan, sebagian besar anak-anak yang saya kenal, suka barisan makanan itu. Tapi, saya akan bingung saat mereka mulai bertanya tentang hal-hal menariknya. Kenapa kacang kedelai pada tempe bisa tertempel satu sama lain? Bagaimana daging sapi bisa berubah jadi nugget berbentuk dinosaurus? Atau … pasti perlu tenaga super, ya, supaya lolipop yang keras ini bisa dipelintir jadi seperti kincir?

Saat mengobrol dengan editor naskah ini, Mas Hari, di masa awal konsep, saya sadar bahwa yang saya ketahui tentang bagaimana makanan itu dibuat, juga masih seadanya. Jadi, saya ikut belajar selama masa penyusunan buku-buku ini.

Saya hanya tahu bahan utama tempe adalah kacang kedelai. Es krim terbuat dari susu. Sosis tentu saja berbahan dasar daging. Roti atau biskuit ada terigunya. Agar-agar dari rumput laut. Permen? Yaaa … manis karena ada saya … eh, karena mengandung gula ….

Jadi, begitulah kisah awalnya. Kemudian, supaya penjelasan tentang proses pembuatan makanan ini lebih menyenangkan, saya dan Mas Hari sepakat bahwa lebih baik jika saya menyusunnya dalam bentuk perjalanan singkat. Anak-anak pembaca akan dibawa melihat proses pembuatannya di pabrik atau tempat pengolahan berbagai jenis makanan itu. Mereka akan diajak masuk ke sebuah tempat atau ruangan yang memperlihatkan bagaimana bahan-bahan dikumpulkan, lalu diolah dengan cara, alat atau mesin tertentu. Ada banyak orang dengan berbagai keahlian yang terlibat dalam mengerjakan tahap demi tahap, dari awal hingga akhir proses itu. Serta ada seseorang yang menemani dan memandu tokoh dalam cerita untuk memberi penjelasan sederhana mengenai apa yang mereka lihat.

roti biskuit

tempe 2

Tadinya sempat ada kekhawatiran, bahwa hasil akhir buku ini akan menjadi kaku atau serius.  Ternyata semua kehawatiran itu terhapus saat saya melihat hasil akhir ilustrasinya. Penuh dengan warna yang cerah, manis, dan terlihat ‘enak’. Tim Tiga Ananda benar-benar membuat buku ini menjadi semanis es krim dan permen, terlihat gurih seperti tempe atau bakso, sekaligus secerah puding buah yang berwarna-warni.

Rahasia Makanan Favorit Anak-Anak

Saya sangat berharap, buku-buku ini menyenangkan mata siapa pun yang melihat dan membacanya. Tentu saja, sekaligus menyediakan pengetahuan asik di dalamnya.

Jadi, setelah membaca buku ini, setiap kali mereka menikmati berbagai makanan itu, mereka juga bisa membayangkan apa saja proses panjang di baliknya. Apa saja yang terjadi hingga rasa yang berkesan itu sampai ke indra pengecap mereka. Saat, misalnya, sedang berkumpul bersama teman-temannya menikmati es krim, mereka akan berseru “Aku tahu lho rahasianya kenapa es krim bisa seenak ini!”

Selamat membaca buku-buku manis, gurih dan segar ini, ya! (Rae Sita Patappa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

 

Tiga Serangkai
Right Menu Icon