Mendorong Anak Merawat Benda Kepunyaan Mereka

Seri Rawat dan Sayangi AkuSaya  bersiul hore ketika Mbak Yenni Saputri, editor anak Tiga Ananda menawarkan untuk menggarap Seri Rawat dan Sayangi Aku. Saya memang sedang kepikiran untuk menggarap naskah tentang basic life skill tapi belum menemukan tema yang klik untuk ditetaskan.

Ide besarnya adalah tentang bagaimana mendorong anak-anak merawat benda-benda kepunyaan mereka. Mengingat hidup saya selalu dikelilingi anak-anak–saya merawat empat buah hati, berceloteh dengan dua belas keponakan yang masih kecil-kecil, dan menjadi guru bantu di sebuah Sekolah Dasar–saya tidak takut kehabisan bahan cerita. Cerita tentang anak dan benda milik mereka berlimpahan dari segala penjuru.

Tantangannya adalah menuliskan naskah ini dari sudut pandang benda milik anak!

Yang pertama terlintas adalah: apa perlu saya bertapa untuk mendapatkan ilmu bicara dengan benda-benda, ya?

Mbak Yenni menjawab dengan mengirimkan outline. Tentu saja tanpa selipan kamus bahasa benda-benda di dalamnya. Hanya outline saja. Tapi, sangat membantu untuk menuangkan gagasan-gagasan tadi. (Mwah-mwah, Mbak Yenni).

Mulanya ada enam ide cerita yang saya pungut untuk  kemudian dijahitkan ke dalam naskah.

Hei Aw Kreek

Yusuf, keponakan saya, yang entah kenapa sering sekali kelupaan di mana meletakkan tasnya mengilhami penulisan Hei! Aw! Krek!’. Mendengar gurunya menegur saat Yusuf berangkat tanpa mencangklong tas, muncul cerita Bagas yang menyayangi tasnya tapi semena-mena pada tas miliknya.

Pembalasan Sepatu Biru

Sepatu yang protes pada pemiliknya dalam ‘Pembalasan Sepatu Biru’ terinspirasi dari sepatu bolong anak sulung saya. Meski sudah punya sepatu pengganti, tetap saja dia memakai Si Bolong untuk berangkat sekolah. ‘Enak, adem’, alasannya. Iya deh, Nak. Asal kamu nyaman.

Teman Baru Tasya

Kisah wayang golek yang diwariskan dalam ‘Teman Baru Tasya’ mendadak datang saat melihat seorang keponakan memainkan mobil-mobilan lawas milik ayahnya.

Misi Penyelamatan Buku Vada

Tumpukan tugas kliping dari para murid mengilhami penulisan ‘Misi Penyelamatan Buku Vada’. Naskah ini sekaligus menjadi sesi curhat kesebalan saya pada para peminjam buku yang tidak mau merawat buku pinjaman dengan baik. Semoga Tuhan memberi hidayah.(Curhat ni ye)

Sst Ayo Sembunyi

Sst, Ayo Sembunyi!  lahir dari misteri kaus kaki-kaus kaki yang sering tergeletak di tangga mushala. Sekolah tempat saya mengajar membiasakan murid-murid mengikuti kegiatan sholat dluha dan jamaah sholat dhuhur di mushola. Setiap kegiatan selesai, selalu adaaa saja kaus kaki terlantar di sekitar mushala. Heran, deh. Kok bisa nggak sadar balik ke kelas tanpa kaus kaki?!

Selamat Tinggal Ben

Proses penulisan berjalan lancar dan menyenangkan. Lagi-lagi Mbak Yenni banyak membantu saya, terutama dalam mendeskripsikan ilustrasi. Saya banyak membayangkan raut muka dan ekspresi benda-benda sesuai adegan yang mereka lakonkan. Dan karena saya sedang menulis dari sudut pandang para benda,  sering saya mengobrol dengan pensil yang jatuh di bawah meja atau gelas retak di rak piring. Iya. Baru belakangan saya sadar kalau tingkah saya aneh sekali.

Hal menyenangkan lainnya adalah saat bukti terbit seri ini saya terima. Kegembiraan tadi berlanjut dan malah membesar saat membacakannya untuk anak-anak di rumah maupun para murid di sekolah. Saya senang melihat ekspresi anak-anak saat bertemu dengan  kaus kaki yang bisa bicara. Lantas seseorang di antara mereka berbisik malu-malu, ‘Aduh kaus kakiku bolong, nih’. Atau saat mereka saling menegur, ‘Sepatunya dirapikan, dong! Ntar marah, loh.’

 Saya tidak ahli dalam membaca kejiwaan anak. Namun saya pikir, menghadirkan perasaan dan pikiran dari sudut pandang objek dapat menjadi salah satu media untuk mengasah empati dan kepekaan anak untuk menyelinap ke dalam karakter lain yang natinya akan mendorong mereka untuk dapat memahami keunikan karakter tersebut.

Selamat membaca. Semoga bergembira. (Nabila Anwar)

1 Comment

  1. Woohooo….jadi seri merawat benda pribadi ini total 9 seri ya. Ponakanku suka yang seri sepatu biru. Ada adegan jatuh ke kubangan air hujan. Ponakanku langsung action merintah sepatunya jalan sendiri. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

 

Tiga Serangkai
Right Menu Icon