Bukan Sekadar Tata Krama Biasa

30 Dongeng Tata Krama

Pernahkah bertemu seseorang yang selalu menyela perkataanmu? Atau, tetangga yang menjemur kain pel di pagar rumahmu? Atau, teman yang sukanya mengobral janji? Atau, peminjam barang yang sangat teledor? Aduh, rasanya pasti menyebalkan, ya! Sepertinya orang-orang itu tidak mengenal  tata krama, deh!

Eh, tata krama? Apa itu?

Teman-teman, tata krama disebut juga etiket. Istilah lainnya, sopan santun. Tata krama adalah hal-hal yang biasa dilakukan manusia agar bisa bergaul dengan baik di suatu lingkungan. Biasanya, nilai tata krama ini berlaku universal, atau umum. Meski ada juga, sih, suatu tempat atau masyarakat yang memiliki tata krama yang unik.

Nah, agar kita bisa berteman dan bermasyarakat dengan baik, nggak dianggap aneh atau nggak sopan, kita harus tahu apa saja, sih, tata krama itu. Setelah itu, kita pelajari, lalu kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dijamin, deh, kita akan jadi orang yang disukai. Gimana cara belajarnya? Salah satunya, lewat cerita-cerita seru dalam buku ini!

30 Dongeng Tata Krama

Yup, 30 cerita dalam buku ini seru, kocak, dan unik! Ada kisah tentang pedagang yang senang pakai baju singlet kumal, ada pengawal istana yang gemar bergunjing, ada pangeran cilik yang celamitan, ratu yang mendadak harus makan penganan tak biasa, sampai penjahit yang malas mendengarkan.

Pssst, ide ceritanya kebanyakan diambil dari pengalaman kehidupan penulisnya, lho, hehehe. Misalnya, cerita Pangeran Celamitan. Idenya berasal dari adik saya, yang waktu kecilnya ngeces lihat sesuatu yang dibeli temannya, sampai ribut minta dibelikan juga. Dikiranya cokelat, padahal mah … apa coba, hayoo? Penasaran? Baca, dong, bukunya! 😀

Proses menulis buku ini cukup panjang. Awalnya, dari obrolan santai dengan Mas Dhidit, salah satu editor Tiga Ananda. Saya bilang, saya ingin menulis tentang sopan santun. Tapi, yang beda. Ya idenya, ceritanya, nilai-nilainya. Kami berdua melakukan brainstrorming via whatsapp. Mas Dhidit ‘memaksa’ saya menguras ide cerita. Dari cuma beberapa, sampai akhirnya bisa jadi cukup banyak, hehehe. Lalu, saya membuat outline-nya, dan diajukan oleh Mas Editor tersebut. Deg-degan juga, sih, karena tema sopan santun kan sudah banyak ditulis, ya.

Alhamdulillaah, outline disetujui!

Saya mulai membuat daftar tema dan subtema. Membuat garis besar cerita. Lalu mulai menulisnya. Dan saya butuh 30 cerita! Whuah, ini salah satu naskah dengan cerita terbanyak yang pernah saya tulis. Ngos-ngosan, hehehe. Alhamdulillah, meski tertatih-tatih, sekian bulan kemudian naskah selesai! Lama, ya. *tutup muka malu

Setelah di-review, direvisi, diedit, dan diilustrasi, jadilah buku unyu bermanfaat ini. Iya, untuk kalian, Teman-teman! Bukan cuma cerita, lho. Buku ini diperkaya dengan ungkapan dan artinya di tiap cerita. Plus tip menjadi anak yang bertata krama. Tuh, sip, kan?

Jadi, jangan lama-lama, ya! Ajak Ayah Bunda ke toko buku dan beli buku keren ini. Insya Allah, kalian nggak akan kecewa membacanya. Selamat bersenang-senang belajar tata krama! (Lia Herliana)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

 

Tiga Serangkai
Right Menu Icon